Mahasiswa KKN UNDIP Perkuat Praktik Keamanan Pangan UMKM Keripik Ibu Sun di Pemalang
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) memberikan pendampingan kepada UMKM Keripik Ibu Sun di Dusun Kedungyom, Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang

Semarangnetwork- PEMALANG, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) memberikan pendampingan kepada UMKM Keripik Ibu Sun di Dusun Kedungyom, Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, dalam upaya meningkatkan penerapan keamanan pangan sekaligus memperkuat kualitas dan daya saing produk.

Program kerja multidisiplin bertajuk “Pendampingan Peningkatan Kualitas dan Daya Saing UMKM melalui Edukasi Keamanan Pangan pada Keripik Pisang Ibu Sun” tersebut diinisiasi oleh Angela Apta Anargya Lovesayka, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat.

Pendampingan dilakukan berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap UMKM Keripik Ibu Sun yang telah menjalankan usaha produksi keripik pisang dan singkong sejak 2007.

Meskipun usaha telah berkembang, masih terdapat sejumlah aspek yang dapat ditingkatkan, khususnya terkait higiene penjamah makanan, proses pengemasan, penyimpanan produk sebelum dikemas, serta kelengkapan informasi pada label kemasan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai prinsip dasar keamanan pangan, mulai dari pencegahan cemaran biologis, kimia, dan fisik hingga penerapan higiene personal, kebersihan alat dan area produksi, pencegahan kontaminasi silang, penyimpanan produk, pengemasan secara higienis, dan pentingnya pelabelan pangan.

Materi edukasi disesuaikan dengan kondisi produksi Keripik Ibu Sun agar dapat diterapkan secara sederhana dalam kegiatan sehari-hari.

Mahasiswa juga melakukan pendampingan secara langsung pada tahap pengemasan dengan memberikan sarung tangan sekali pakai dan masker sebagai perlengkapan pendukung higiene bagi penjamah makanan.

Selain itu, pemilik UMKM didampingi untuk membiasakan kebersihan tangan, peralatan, serta area produksi.

Mahasiswa juga memberikan perhatian pada pengaturan alur produksi untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang, antara lain dengan memisahkan area bahan mentah, produk setelah digoreng, dan area pengemasan.

Salah satu luaran utama kegiatan adalah pendampingan penerapan informasi tanggal produksi dan masa simpan pada kemasan produk.

Pencantuman informasi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada konsumen sekaligus meningkatkan ketertiban pelabelan dan kepercayaan terhadap produk.

Angela Apta Anargya Lovesayka menjelaskan bahwa keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam peningkatan kualitas produk UMKM.

Menurutnya, kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh rasa dan strategi pemasaran, tetapi juga oleh proses produksi, penanganan, penyimpanan, hingga pengemasan.

“Melalui program ini, kami ingin membantu UMKM Keripik Ibu Sun menerapkan praktik keamanan pangan yang sederhana, realistis, dan dapat dilakukan secara konsisten dalam kegiatan produksi sehari-hari,” ujar Angela.

Program pendampingan tersebut diharapkan dapat terus diterapkan setelah kegiatan KKN berakhir. Pemilik UMKM diharapkan mampu mempertahankan praktik higiene selama proses produksi dan pengemasan serta menerapkan pelabelan produk secara konsisten.

Penerapan praktik keamanan pangan secara berkelanjutan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan mutu produk, kepercayaan konsumen, dan daya saing UMKM.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung pengembangan UMKM desa agar semakin berkualitas dan mampu menjaga keberlanjutan usahanya melalui langkah-langkah sederhana yang berdampak.

Pendampingan Peningkatan Kualitas dan Daya Saing UMKM melalui Edukasi Keamanan Pangan pada Keripik Pisang Ibu Sun


Anda mungkin juga menyukai