KENDAL – Sejumlah supplier bahan makanan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, mendatangi lokasi dapur pada Senin (6/4/2026) untuk menagih pembayaran yang belum kunjung dilunasi.
Para pemasok mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat tagihan yang tidak dibayarkan selama berbulan-bulan. Kedatangan mereka dilakukan setelah berbagai upaya penagihan sebelumnya tidak mendapatkan respons dari pihak pengelola.
Salah satu supplier susu kemasan, Faiqhudin, menyebut total tagihan yang belum dibayarkan mencapai Rp141 juta, belum termasuk pengiriman terbaru.
“Kalau total tagihan Rp 141 juta dan itu belum ditambah pengiriman minggu ini. Sudah berulang kali mengirim tagihan dan meminta segera dibayar tidak ada jawaban,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, keterlambatan pembayaran bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, setiap kali menghubungi pihak koperasi yang mengelola pembayaran, selalu ada alasan penundaan dan pembayaran tidak pernah dilakukan secara penuh.
“Tagihan ini sejak Januari sampai sekarang belum juga dibayarkan. Pembayaran sendiri dilakukan pihak koperasi mitranya SPPG,” imbuhnya.
Faiqhudin menambahkan, kondisi serupa juga dialami supplier lain. Salah satunya pemasok daging ayam yang mengaku memiliki tagihan sekitar Rp30 juta yang belum dilunasi.
“Ada juga supplier lainnya yang belum dibayarkan, seperti yang memasok daging ayam belum dibayarkan dengan total tagihan mencapai Rp 30 juta. Yang mengejukan, SPPG tetap menggunakan menu ayam tetapi tidak mengambil dari supplier tersebut dan mengganti supplier lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Transformasi Kampung Nelayan Jepara Digenjot, Witiarso: Harus Naik Kelas dan Bernilai Ekonomi Tinggi
Diketahui, SPPG Protomulyo dikelola oleh Yayasan Rodhotul Munawaroh Salsabila yang bekerja sama dengan Koperasi Mrakyat dalam hal pembayaran kepada supplier.
Namun, pihak SPPG mengaku tidak mengetahui persoalan keterlambatan pembayaran tersebut. Asisten lapangan SPPG Protomulyo, Ahmad Munafarid, menyampaikan bahwa seluruh anggaran dari pemerintah telah disalurkan ke koperasi.
“Jadi dananya turun dari pemerintah ke dapur, namun untuk kebutuhan belanja bahan makanan diserahkan ke Koperasi Mrakyat untuk pembayaran ke supplier yang mengirimkan bahan makanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembayaran dari pihak SPPG kepada koperasi telah dilakukan, sehingga urusan pembayaran ke supplier sepenuhnya menjadi tanggung jawab koperasi.
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416964860/supplier-rugi-ratusan-juta-tagihan-sppg-protomulyo-kendal-diduga-mandek-di-koperasi
