KENDALNETWORK – Warga Dukuh Somopuro RT 7 RW 7, Desa Bebengan, Kecamatan Boja, digemparkan oleh penemuan jasad seorang ibu rumah tangga, Setianingsih (51), yang ditemukan dalam kondisi membusuk di rumahnya pada Sabtu, 1 November 2025.
Kepala Desa Bebengan, Wastoni, menjelaskan, warga mulai curiga setelah mencium bau busuk menyengat dan melihat banyak lalat di sekitar jendela rumah korban.
"Warga curiga karena beberapa hari tidak melihat aktivitas di rumah korban. Saat diperiksa, pintu rumah terkunci rapat dan diganjal kursi dari dalam," ujar Wastoni, Senin, 3 November 2025.
Setelah pintu berhasil dibuka, warga menanyakan keberadaan korban kepada anak-anaknya dan terungkap bahwa Setianingsih telah meninggal. Penemuan ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan tim medis, yang kemudian mengevakuasi jenazah korban.
Dua Anak Bertahan Hidup dengan Air Putih
Kejadian ini semakin memilukan karena dua anak korban, Putri Setia Gita Pratiwi dan Intan Ayu Sulistyowati, selama hampir sebulan bertahan hidup hanya dengan air putih.
"Kami langsung memanggil polisi dan tim medis. Kondisi anak-anak sangat memprihatinkan," tambah Wastoni. Kedua anak kemudian dibawa ke RSI Boja Kendal untuk perawatan intensif akibat kekurangan nutrisi.
Kesaksian Warga
Menurut warga, Setianingsih dikenal sebagai sosok aktif dan tidak menunjukkan tanda kesulitan ekonomi. "Biasanya sebulan sekali membeli bahan makanan satu becak penuh. Warga mengira keluarga ini mampu," kata Wastoni.
Namun, dari keterangan Putri, anak sulung korban, terungkap bahwa ibunya melarang mereka meminta bantuan tetangga. "Ibu tidak ingin merepotkan orang lain. Jadi kami nurut," ujar Putri.
Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian setempat, sementara warga Desa Bebengan masih berduka atas tragedi yang menimpa keluarga ini.
