VIRAL Seruan “Stop Bayar Pajak” Kendaraan Menggema di Jateng, Pemprov Diminta Hitung Daya Beli Rakyat
Seruan stop bayar pajak ramai di Jateng akibat opsen PKB. DPR minta kebijakan pajak pertimbangkan daya beli, Pemprov siapkan diskon 5%

JATENGNETWORK.COM - Keluhan warga soal kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mulai terasa di berbagai kota di Jawa Tengah. Dari Semarang, Surakarta hingga Tegal, percakapan di media sosial dipenuhi seruan “stop bayar pajak” yang mencerminkan kegelisahan masyarakat menghadapi beban ekonomi yang kian berat.

Suara itu datang dari pekerja, pedagang kecil, hingga pelaku UMKM yang mulai merasakan dampak penerapan opsen PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Mereka khawatir biaya hidup makin menekan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Menanggapi polemik tersebut, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Muhammad Khozin, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menegaskan, kemampuan ekonomi masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan besaran opsen pajak.

"Aspek sosiologis masyarakat di daerah khususnya soal kemampuan ekonomi masyarakat mesti menjadi acuan saat merumuskan besaran opsen pajak,"ujarnya, dikutip jatengnetwork.com, Rabu 18 Februari 2026.

Baca Juga: Hujan Deras disertai Angin Kencang Landa Semarang Rabu Siang, Akibatkan Pohon Tumbang

Menurutnya, kebijakan opsen memang diamanatkan undang-undang sebagai upaya pemerataan fiskal daerah. Namun, kebijakan itu harus dijalankan secara seimbang agar tidak menambah tekanan ekonomi warga.

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah relaksasi berupa diskon PKB sekitar 5 persen hingga akhir 2026. Kebijakan ini diharapkan menjadi jalan tengah antara kebutuhan pembangunan daerah dan kemampuan finansial masyarakat.

Gubernur Ahmad Luthfi disebut telah meminta kajian khusus agar kebijakan pajak tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan fiskal daerah dan kondisi riil warga.

Relaksasi ini diharapkan mampu meredam keresahan publik sekaligus memberi ruang napas bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan ekonomi keluarga.***

https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416742199/viral-seruan-stop-bayar-pajak-kendaraan-menggema-di-jateng-pemprov-diminta-hitung-daya-beli-rakyat

Anda mungkin juga menyukai