Harga Plastik Naik 100%, Apindo Jateng: Dampak Konflik AS–Israel vs Iran Tekan Industri
Apindo Jateng keluhkan harga bahan baku melonjak hingga 100% akibat konflik global. Industri plastik hingga tekstil terdampak

SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah mengeluhkan lonjakan tajam harga bahan baku industri, khususnya plastik yang disebut mengalami kenaikan hingga 100 persen.

Kenaikan ini dipicu dampak konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Tak hanya plastik, kenaikan juga mulai dirasakan pada bahan polyester atau serat sintetis yang banyak digunakan dalam industri tekstil, dengan lonjakan mendekati 8 persen.

Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, menyampaikan bahwa konflik tersebut memberikan tekanan besar terhadap berbagai sektor industri di daerah.

Baca Juga: Dana Transfer Turun Rp1,5 Triliun, DPRD Jateng Minta Pemprov Genjot PAD Secara Kreatif

"Semoga pemerintah terus berjuang. Termasuk diplomasi untuk kelancaran suplai minyak. Jangan sampai harga-harga betul-betul tidak terjangkau lagi," harapnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku tidak terlepas dari melonjaknya harga minyak dunia yang berdampak langsung pada biaya bahan produksi dan logistik.

"Padahal BBM sangat penting buat industri. Di samping itu juga kita tahu bahwa bahan-bahan dasar beberapa produk, seperti biji plastik sekarang sudah naik 100% loh. Ya [plastik] itu memang ada bahan dasar dari minyak juga ya. Jadi luar biasa dampaknya," keluhnya, Selasa (7/4/2026).

Menurut Frans, kondisi ini menempatkan pelaku usaha pada posisi yang sulit. Di satu sisi biaya produksi meningkat, namun di sisi lain daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih sehingga harga jual tidak bisa langsung dinaikkan.

Baca Juga: Pekalongan Raya Siap Bangun PLTSa, Menteri LH: Langkah Besar Olah Sampah Jadi Energi

"Jadi ini bisa membawa dampak kepada kelangsungan produksi. Paling tidak, produksi akan merosot karena harganya terlalu tinggi. Di sisi lain masyarakat terkejut naik 100%," ujarnya.

Ia juga menyoroti risiko kerugian yang dihadapi pelaku usaha yang sudah mengunci kontrak produksi sebelum lonjakan harga terjadi.

"Ada yang sudah tutup kontrak saat harga belum naik. Bahan belum produksi, tiba-tiba ini mau produksi sekarang sudah naik 100% biji plastiknya, pasti ruginya luar biasa," sambungnya.

Selain sektor plastik, industri garmen juga mulai merasakan dampaknya. Kenaikan harga polyester membuat biaya produksi tekstil ikut meningkat.

https://www.jatengnetwork.com/ekonomi/28416965695/harga-plastik-naik-100-apindo-jateng-dampak-konflik-asisrael-vs-iran-tekan-industri

Anda mungkin juga menyukai