SEMARANG – Menjelang usia setengah milenium, Semarang memasuki babak penting dalam perjalanan sejarahnya. Pada 2 Mei 2026, kota ini genap berusia 479 tahun, sebuah tonggak yang tidak sekadar dimaknai sebagai perayaan, melainkan momentum refleksi sekaligus arah baru pembangunan.
Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin memilih pendekatan berbeda dalam merayakan hari jadi. Alih-alih fokus pada seremoni, Pemkot menghadirkan 17 “kado hebat” yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Tema “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat” menjadi refleksi gerak kolektif antara pemerintah dan warga. Visi besar yang diusung mencakup lima pilar utama, yakni kota yang bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh.
“Tema 'Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat' bukan sekadar slogan. Ini adalah gerak kolektif yang mengintegrasikan akar tradisi dengan transformasi modern. Energi ini kita arahkan untuk mewujudkan visi besar: Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh di usianya yang ke-479,” ujar Agustina.
Baca Juga: Jateng Bentuk Aglomerasi Pengolahan Sampah, Target Kurangi 3.000 Ton per Hari!
Kelima pilar tersebut menjadi fondasi pembangunan kota. “Bersih” menitikberatkan pada pengelolaan lingkungan dan ruang publik, “sehat” pada akses layanan kesehatan, “cerdas” pada pendidikan dan literasi digital, “makmur” pada pemerataan ekonomi, serta “tangguh” pada kemampuan menghadapi krisis, termasuk perubahan iklim.
Seluruh program yang diluncurkan dirancang sebagai implementasi nyata dari kelima pilar tersebut, dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan warga.
Di sektor transportasi, layanan BRT Trans Semarang digratiskan pada 1–5 Mei 2026. Kebijakan ini tidak hanya meringankan biaya warga, tetapi juga menjadi uji coba untuk mendorong peralihan ke transportasi publik.
Fasilitas olahraga seperti Gedung Tri Lomba Juang, Lapangan Tambora, hingga GOR Manunggal Jati juga dibuka gratis pada momen tertentu, guna meningkatkan akses ruang publik bagi masyarakat.
Baca Juga: Puluhan Kilometer Ditempuh, Komunitas Tindak Ziarah Bantul Satukan Iman dan Ketangguhan Fisik
Pemkot memberikan diskon sambungan air bersih serta layanan air tangki gratis untuk wilayah terdampak bencana dan kekeringan. Selain itu, diskon layanan sedot tinja juga disediakan untuk mendorong perbaikan sanitasi.
Menurut Agustina, seluruh program tersebut berbasis data aspirasi masyarakat. “Kami tidak asal bagi. Setiap program didasarkan pada keluhan warga,” tegasnya.
Di sektor pariwisata, seluruh objek wisata di Semarang digratiskan pada 2 Mei 2026 untuk meningkatkan kunjungan dan menggerakkan ekonomi lokal.
Sementara itu, program LAMPION (Layanan Mudah Perizinan Online) hadir untuk menyederhanakan proses perizinan serta memberikan diskon layanan tertentu, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416991085/hut-ke-479-semarang-tancap-gas-transformasi-dari-kota-pelabuhan-ke-kota-tangguh-masa-depan
