SEMARANG - Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi sepasang suami istri yang nekat membawa bayi berusia 1,5 tahun mendaki Gunung Ungaran melalui Jalur Perantunan pada Sabtu (11/4/2026).
Pendakian yang awalnya direncanakan sebagai kegiatan keluarga tersebut berubah menjadi situasi darurat setelah sang bayi mengalami hipotermia akibat suhu dingin ekstrem di pegunungan.
Kronologi bermula ketika pasangan tersebut memutuskan melakukan pendakian tektok atau naik-turun dalam satu hari.
Sebelum berangkat, petugas basecamp sebenarnya telah memberikan peringatan terkait kondisi cuaca yang berisiko, terutama bagi anak kecil.
Baca Juga: Viral! Kasus Dugaan Pelecehan 16 Mahasiswa Universitas Indonesia Masuk Tahap Lanjutan
Namun, peringatan itu tetap diabaikan. Pasangan tersebut menyatakan siap menanggung risiko dan menjamin keselamatan anak mereka, sehingga akhirnya diizinkan melanjutkan pendakian menuju puncak setinggi 2.050 mdpl.
Masalah mulai muncul saat mereka tiba di Pos 4. Di tengah suhu dingin yang menusuk, terjadi perbedaan pendapat antara kedua orang tua. Sang suami ingin melanjutkan perjalanan ke puncak, sementara sang istri meminta turun demi keselamatan anak.
Di tengah situasi tersebut, bayi mulai rewel dan menangis terus-menerus. Kondisi ini diperparah oleh kemampuan tubuh bayi yang belum optimal dalam mengatur suhu, sehingga rentan mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis.
Beruntung, di lokasi tersebut terdapat tim SAR yang sedang melakukan kegiatan Search and Mountain Rescue (SMR). Melihat kondisi bayi yang memburuk, tim langsung memberikan penanganan darurat.
Baca Juga: Guru Tak Boleh Lagi Sendirian! Bupati Magelang Siapkan Advokasi dan Jaminan Kesejahteraan
Selimut darurat (emergency blanket) segera digunakan untuk menjaga suhu tubuh bayi agar tidak semakin turun. Tindakan cepat ini menjadi langkah krusial sebelum evakuasi dilakukan.
Setelah kondisi bayi mulai stabil, tim SAR bersama orang tua segera mengevakuasi bayi turun menuju basecamp untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, informasi yang beredar di media sosial sempat menyebut kondisi bayi dalam keadaan kritis. Namun, pihak terkait memberikan klarifikasi bahwa bayi memang mengalami hipotermia, tetapi dalam kategori ringan.***
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416992473/nekat-bawa-bayi-15-tahun-naik-gunung-ungaran-berujung-hipotermia-di-pos-4
