SEMARANG, jatengnetwork.com — Pemprov Jateng mencatat sebanyak 322.117 Kepala Keluarga (KK) kini resmi terintegrasi dalam platform sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran program bantuan sosial dapat diakses secara cepat dan tepat sasaran.
Guna mendampingi proses pendataan dan verifikasi di lapangan, Pemprov Jateng mengerahkan 5.994 agen Perlinsos.
Hingga saat ini, sebanyak 3.360 agen tercatat aktif memfasilitasi pendaftaran warga di berbagai daerah.
Baca Juga: Surplus Beras Melimpah Tapi Harga Melonjak, Pemprov Jateng Gelar Intervensi Pasar
Informasi ini mengemuka dalam Rapat Perluasan Uji Coba Perlindungan Sosial Digital Berbasis Infrastruktur Digital Publik secara daring, Selasa 8 September 2026.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut B Pandjaitan dan dihadiri Gubernur Ahmad Luthfi.
Fokus Pendataan Kelompok Rentan dan Penguatan Agen Lapangan
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penuh Pemprov Jateng terhadap perbaikan tata kelola bantuan sosial berbasis digital.
Namun, ia menekankan pentingnya peran vital agen pendamping di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Proyek PSEL Semarang Raya Dimulai Desember 2026, Siap Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik
Luthfi menjelaskan bahwa sasaran utama bantuan sosial berada pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 4—mulai dari kategori sangat miskin hingga rentan miskin.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas pendamping menjadi kunci keberhasilan verifikasi data di lapangan.
Untuk mengoptimalkan verifikasi, Luthfi mendorong keterlibatan kolaboratif lintas sektor, antara lain:
https://www.jatengnetwork.com/jateng/28417610696/digitalisasi-perlinsos-jateng-322-ribu-kk-terdata-ribuan-agen-diterjunkan

