Jawa Tengah Gandeng Investor Tiongkok, Sampah Pekalongan Raya Disulap Jadi Energi Listrik
Jawa Tengah gandeng investor Tiongkok bangun PSEL di Pekalongan Raya. Sampah diolah jadi listrik, solusi darurat sampah berkelanjutan.

KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng investor asal Tiongkok, Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC), bersama mitra lokal PT L-Energy Green Solutions, untuk mendorong transformasi pengelolaan sampah konvensional menuju sistem modern berbasis teknologi ramah lingkungan.

Kolaborasi tersebut melibatkan Pemerintah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang, dalam skema aglomerasi pengelolaan sampah regional Pekalongan Raya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menyebut kerja sama lintas daerah ini sebagai langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah yang semakin kompleks di Jawa Tengah.

Baca Juga: Jembatan Beringin Jebol Diterjang Banjir, Pemkot Semarang Siapkan Penanganan Darurat

“Kami mengapresiasi komitmen Pekalongan Raya. Ini langkah besar karena kita sedang bertransformasi dari sistem pembuangan akhir (TPA) menuju pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi, termasuk pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL (Waste to Energy),” ujar Widi saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Hotel Aston Syariah Kota Pekalongan, Selasa (27/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, berdasarkan data 2024, timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ton per tahun. Namun, tingkat pengelolaan efektif baru sekitar 41 persen. Rendahnya angka tersebut disebabkan masih banyak daerah yang mengandalkan sistem open dumping, yang kini tidak lagi dikategorikan sebagai pengelolaan sampah sesuai standar nasional.

“Masih ada sekitar 14 daerah di Jateng yang menggunakan open dumping, meski kini mulai beralih ke controlled landfill dan sanitary landfill. Kerja sama Pekalongan Raya ini menjadi model ideal karena memenuhi syarat minimal kapasitas 1.000 ton per hari untuk pembangunan PSEL,” jelasnya.

Baca Juga: Isu Keracunan MBG di Kudus, Pemprov Jateng Turun Tangan Lakukan Evaluasi

Perwakilan investor dari CPPCC, Dr Xin Jun, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah daerah di Indonesia. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah yang efisien, berkelanjutan, dan sesuai regulasi nasional.

“Kerja sama ini menjadi awal penting antara Indonesia dan Tiongkok dalam mewujudkan sistem pengelolaan limbah yang tertib dan modern. Kami bersama PT L-Energy Green Solutions siap bekerja profesional demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyambut baik sinergi tersebut sebagai solusi konkret atas keterbatasan lahan TPA di masing-masing daerah.

“Masalah sampah tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Dengan teknologi PSEL, sampah tidak hanya dibuang, tetapi diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat,” kata Wali Kota yang akrab disapa Aaf.

Ia menilai, proyek ini merupakan investasi jangka panjang demi lingkungan yang lebih sehat dan bebas darurat sampah bagi generasi mendatang.

Baca Juga: Bajaj Maxride Jadi Official Transportation Beautyphoria Goes to Luwes Kestalan Solo

https://www.jatengnetwork.com/jateng/28416644276/jawa-tengah-gandeng-investor-tiongkok-sampah-pekalongan-raya-disulap-jadi-energi-listrik

Anda mungkin juga menyukai